Categories
Intermezzo

Holocaust Memorial Bukan Lokasi Wisata untuk Bercanda

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejarah mencatat ada beberapa pembantaian keji terhadap manusia yang memakan banyak korban. Genosida terbesar adalah Holocaust, pembantaian terhadap etnis Yahudi oleh tentara Nazi. 

Selama empat tahun, dari 1941 sampai 1945, diperkirakan ada enam sampai 17 juta warga etnis Yahudi yang meninggal akibat Holocaust. Bagi etnis Yahudi, Holocaust adalah kenangan menyedihkan yang meninggalkan luka mendalam. 

Situs Holocaust Memorial Day Trust menyebutkan bahwa genosida terhadap etnis Yahudi ini telah direncanakan Adolf Hitler, pimpinan Nazi dan pasukannya dengan sangat terencana. 

Kamp Konsentrasi pertama kali didirikan di Dachau dekat daerah Munich, Jerman, pada 23 Maret 1933. Saat Nazi memenangkan banyak pertempuran para Perang Dunia ke II dan mencaplok daerah negara tetangga, kamp konsentrasi dibangun dengan pesat. Total ada 1.200 kamp konsentrasi yang diakui oleh pemerintah Jerman, tetapi pihak Yahudi menyebut diperkirakan ada 15.000 kamp konsentrasi yang dibangun oleh Nazi untuk membantai orang Yahudi. 

Saluran televisi History pada episode The Holocaust menyebutkan keseriusan Nazi untuk membangun kamp konsentrasi sebenarnya tampak dari jalur kereta api yang dibangun. Hampir seluruh jalur kereta api di Jerman, dibangun untuk menghubungkan kamp konsentrasi. Mengantarkan etnis Yahudi sebanyak dan secepat mungkin menuju liang lahatnya.  

Kamp Konsentrasi

Di kamp konsentrasi, Nazi tidak pandang bulu. Baik laki-laki, perempuan, anak-anak, tua, muda, semua etnis Yahudi dengan segelintir kelompok gipsi dan homoseksual dikumpulkan untuk dipekerjakan paksa, dibunuh, atau menjadi percobaan medis Nazi. 

“Penghuni kamp sering dikenai kerja paksa, hidup berdesak-desakan, kondisi sanitasi yang buruk, kelaparan, perlakuan kejam, dan tingkat kematian tinggi akibat kondisi buruk,” tulis Situs Holocaust Memorial Day Trust. Banyak peninggalan mengerikan yang melambangkan kekejian di kamp konsentrasi. 

Misalnya pakaian atau barang bawaan korban yang ditumpuk menjadi satu. Bahkan ada ruang gas tempat pembunuhan massal.  Pasca Perang Dunia II, Holocaust masih meninggalkan luka yang mendalam baik bagi keluarga korban maupun orang Jerman sendiri.  

“Orang-orang yang selamat dari kamp menemukan hampir tidak mungkin untuk pulang ke rumah, karena dalam banyak kasus mereka telah kehilangan keluarga dan dikecam oleh tetangga non-Yahudi mereka,” tulis situs History. 

Pada akhirnya banyak korban yang mengungsi ke seluruh eropa. Peristiwa Holocaust juga menjadi mandat terbentuknya Israel, sebagai tempat pulang korban-korban yang selamat dari kamp konsentrasi.  Bagi penduduk Jerman ada tuntutan moral dan materil yang harus dibayar bagi para korban selamat kamp konsentrasi.  

“Dimulai pada tahun 1953, pemerintah Jerman melakukan pembayaran kepada orang Yahudi individu dan kepada orang-orang Yahudi sebagai cara untuk mengakui tanggung jawab orang Jerman atas kejahatan yang dilakukan atas nama mereka,” tulis situs History.  

Situs sejarah Holocaust Memorial lantas menjadi tempat wisata sejarah yang biasa didatangi turis di Berlin, Jerman. Namun ada baiknya wisatawan menghormati dan menghargai kisah keji tersebut, berempati tinggi, serta tidak menjadikan tempat tersebut sebagai bahan candaan.