Categories
Infografis

[INFOGRAFIS] HUT DKI Jakarta ke-493: Asal Usul Nama Jakarta

Penetapan HUT DKI Jakarta pada tanggal 22 Juni merupakan tanggal dimana Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa di tahun 1527. 

Di usianya yang ke-493, tau gak kalau nama Jakarta yang dikenal saat ini telah melewati perubahan hingga lebih dari 5 kali?

Semua itu berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu, lho! Yuk, kita lihat infografis di bawah ini!

  1. Sunda Kelapa
    Sebelum berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh-Pakuan (Sunda) di abad ke-12, kota ini lebih dikenal sebagai pelabuhan yang berada di bawah kepemilikan Kerajaan Tarumanegara. Nama kota ini disebut ‘Sunda Kelapa‘ atau pelabuhan ‘Kalapa’, yaitu nama yang lebih kuno berdasarkan catatan Portugis (1511). Saat itu orang Portugis pertama kali mengunjungi Kerajaan Galuh-Pakuan dan berdasarkan laporan yang disimpan di Torre de Tombo Lisabon, kota ini disebut dengan nama ‘Kalapa’. (Adolf Heukeun, 2001)
  2. Jayakarta
    Pada tahun 1527, semenjak pelabuhan Sunda Kelapa dikuasai oleh Fatahillah, nama Sunda Kelapa diubah menjadi ‘Jayakarta’. Setelah Fatahillah berhasil mengislamkan Banten, Jayakarta pun menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Banten.Sementara itu, hingga 1619, orang Barat yang singgah ke Indonesia menyebut kota ini dengan nama ‘Jacatra’. 
  3. Batavia
    Pada tahun 1619, Jan Pieterszoon Coen dengan membawa 1.000 pasukan menyerang Kerajaan Banten dan berhasil menaklukkan Jayakarta. Pada tahun 1621, atas kesepakatan De Heeren Zeventien (Dewan 17) dari VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), nama Jayakarta diubah menjadi Batavia. Tercatat sejarah, nama Batavia paling lama dikenakan hingga tiga abad lebih, yaitu 1619/1621 hingga 1942. .
  4. Djakarta Tokubetsu Shi
    Pada tahun 1942 nama Batavia di ubah menjadi ‘Djakarta’ sebagai akronim ‘Djajakarta’ oleh Pemerintah Jepang, sejalan dengan kebijakan de-Nederlandisasi. Menurut Lasmijah Hardi dalam ‘Jakartaku, Jakartamu, Jakarta Kita’ (1987), pergantian nama itu bertepatan dengan perayaan Hari Perang Asia Timur Raya pada 8 Desember 1942. Nama lengkap kota ini adalah Djakarta Tokubetsu Shi.
  5. Djakarta
    Pada tahun 191945, setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia ke-2 dan Indonesia merdeka pada 17 Agustus, nama Jakarta tetap dipakai orang Indonesia tanpa nama Jepangnya.
  6. Jakarta
    Memasuki zaman Indonesia merdeka, Menteri Penerangan RIS (Republik Indonesia Serikat) saat itu, yaitu Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, menegaskan bahwa sejak 30 Desember 1949 tak ada lagi sebutan Batavia bagi kota ini. Sejak saat itu, nama Ibu Kota Republik Indonesia adalah Jakarta.
    22 Juni 1956, nama Jakarta dikukuhkan oleh Wali Kota Jakarta, Sudiro, dengan berbagai perubahan status, mulai dari praja, Daerah Tingkat Satu, hingga yang terakhir Daerah Khusus Ibu Kota (DKI).
    Sumber: indonesia.go.id.
Cek promo-promo menarik dari Gramedia dan Santika di aplikasi MyValue, yuk! Klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *